Browser selain Firefox di Linux

Seperti halnya windows, Linux juga menyediakan berbagai macam browser selain Firefox, Chrome dan Opera.  Dan berikut adalah daftar browser alternatif di luar ketiga browser populer tersebut di sistem operasi Linux khususnya Ubuntu:

Abrowser

Browser Abrowser

Merupakan versi lain dari Mozilla Firefox yang dibuat oleh Trisquel Community.  Karena menggunakan mesin yang sama, maka add-ons dari Firefox dapat pula diinstall di Abrowser.  Selain itu Abrowser juga mempunyai repository untuk add-ons sendiri lepas dari Firefox.

Midori

Browser Midori Linux

Yang dalam bahasa Jepang berarti “hijau”, Midori adalah cross browser operating system yang cukup ringan dengan mengandalkan Webkit sebagai engine mereka.  Fitur browser buatan Christian Dywan tersebut antara lain support HTML5, Bookmarks, RSS dan Cek spelling(untuk bahasa Inggris tentunya).

Dillo

Dillo Browser

Adalah web browser minimal yang pertama kali di develop oleh Jorge Arellano Cid di tahun 1999.   Browser yang menggunakan bahasa C dan C++ tersebut meniadakan penggunaan Javascript serta Flash sehingga tidak mengkonsumsi terlalu banyak memori.  Di samping untuk browsing web, Dillo bisa digunakan juga untuk browse lokal folder meski kemampuannya terbatas karena hanya bisa membuka file dalam bentuk teks atau gambar.

Web

WEB Browser Linux

Web dulunya bernama Ephipany.  Merupakan browser default bagi Linux yang menggunakan Gnome Desktop.  Dengan mengusung konsep simple, clean dan beautiful desain Web memang terkesan minimal.  Meski begitu kemampuan browser yang menggunakan Webkit ini sebagai enginenya sangat bagus karena mereka juga support HTML5 dan Flash.

Konqueror

Konqueror Linux Browser

Browser ini hanya diperuntukkan bagi sistem operasi yang support dengan KDE Desktop.  Di samping untuk browsing web, Konqueror juga dapat digunakan untuk membuka jaringan berbagai macam protokol seperti FTP, WebDav, Samba dan Windows Shared folder.  Selain itu browser yang di develop sejak tahun 1999 dengan bahasa C++ ini dapat juga berfungsi sebagai FileManager sebagaimana halnya dengan Nautilus.

Rekonq

Rekonq Linux Browser

Sama dengan Konqueror, Rekonq diperuntukkan bagi user yang menggunakan KDE Desktop di sistem operasinya.  Seperti halnya Firefox, browser yang menggunakan webkit sebagai enginenya ini juga mempunya fitur inspect element, support HTML5 dan juga Flash.  Ada satu kelebihan yang dimiliki Rekonq dibanding browser lainnya yaitu menggunakan default text editor kita(misal LibreOffice Writer) untuk melihat kode html di menu View Page Source

Vivaldi

Vivaldi Linux Browser

Seperti halnya Opera Neon, Vivaldi untuk Linux ini desainnya benar-benar berbeda.  Persamaan dengan Opera Neon adalah based enginenya adalah Chromium.  Tapi berbeda dengan Opera yang tidak menggunakan Chrome Webstore, Vivaldi support dengan ekstensi yang diunduh dari repository tersebut.
Fitur-fitur di Opera Neon ada yang tercakup dalam browser yang pusatnya di Oslo Norwegia ini. Di antaranya capture dan save image, task manager. Di samping itu Vivaldi ada satu kelebihan yang tidak ada di browser lainnya yaitu pilihan loading image, apakah tidak diloading, loading dari cache serta selalu load.

Dan berikut adalah tabel perbandingan beberapa browser seperti tersebut di atas dilihat dari beberapa fitur.

Nama Browser  Omnibox Speed Dial Ekstensi Inspect Element
Abrowser Ya Ya Ya Ya
Midori Ya Ya Tidak Ya tapi masih terdapat bug di versi 0.5.11
Dillo Tidak Tidak Tidak Tidak
Web Ya Ya Tidak Ya, tapi masih terdapat bug di versi 3.10.3
Konqueror Tidak Tidak Tidak Tidak
Rekonq  Tidak Ya Tidak Ya
Vivaldi Ya Ya Ya Ya

Untuk mengetahui apa itu OmniBox, Speed Dial dan Inspect Element silahkan baca istilah-istilah dalam browser.

anasmbahdien

Seorang programmer yang menguasai bahasa pemograman Delphi, VB.NET, PHP dan Android. Untuk hasil karya kunjungi mogotekno.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *