Ubuntu vs TriSquel manakah yang lebih berkualitas?

Distro TriSquel memang kalah jauh populer dibandingkan “orang tuanya” Ubuntu bahkan dengan Linux Mint. Tapi bukan berarti distro yang sudah ada sejak tahun 2009 itu tidak berkualitas. Semua distro ada kelebihan dan kelemahannya, tinggal bagaimana user memilih yang cocok dengan kebutuhannya. Dan berikut ini kelebihan dan kelemahan Ubuntu vs Trisquel:

Kelebihan Trisquel

Ukuran file instalasi TriSquel lebih kecil

TriSquel Mini termasuk distro Ubuntu yang lumayan ringan karena hanya membutuhkan 600MB untuk file ISO-nya, bandingkan dengan Ubuntu Trusty Tahr yang file ISO-nya cukup besar yaitu 1GB.

Desktop LXDE

Unity atau Gnome versi baru memang bagus karena punya fitur searching yang mampu search online dan search history file juga. Tetapi kadang itu jadi boomerang tersendiri karena data-data private atau histori file yang pernah kita buka juga ikut muncul saat search. Jika itu ada orang lain yang di dekat kita tentu akan menjadi masalah tersendiri.
Dan disitulah letak keunggulan LXDE, di samping lebih ringan juga karena meniadakan search maka data-data pribadi kita bisa ikut terjaga.

PCManFM lebih dari Nautilus

Terus terang sebelum menggunakan TriSquel penulis belum pernah file manager tersebut. Tapi setelah mencoba dan membandingkan ternyata PCManFM lebih dari Nautilus. Untuk lebih tahu tentang keunggulan PCManFM bisa dibaca di artikel File Manager TriSquel vs File Manager UBuntu

Aplikasi bawaan distro sedikit

Distro ini cocok diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan linux hanya untuk pekerjaan tertentu saja misal untuk develop web atau aplikasi. Karena aplikasi yang dipasang sedikit tentunya anda tidak usah repot-repot menguninstall aplikasi yang tidak diperlukan jika ingin menghemat memori.

Kelemahan Trisquel

Bug di sistem yang lumayan banyak

Bug tersebut hanya saat instalasi pertama saja. Untuk mengatasinya silahkan kunjungi forum resmi Trisquel untuk mendapat jawabannya dan juga sering update untuk mendapatkan pembaharuan. Bagi yang koneksi internetnya menggunakan modem tidak usah khawatir karena Trisquel bisa membaca modem jaringan HSDPA/4G dengan baik sama seperti halnya dengan Ubuntu.

Software di repository lumayan “kuno”

Software-software yang ada di repository distro yang diprakarsai oleh Richard M. Stallman pendiri FSF(Free Software Foundation) tersebut banyak versi lawas semisal NetBeans, Eclipse, Lazarus dan lain sebagainya. Karena masih versi lawas itulah maka banyak terdapat bug di aplikasi-aplikasi yang ada direpository tersebut. Untuk mengatasinya anda bisa menginstall dari website resmi software-software yang akan anda install untuk mendapat versi terbaru.

Pendapat seseorang mengenai suatu distro linux memang berbeda-beda karena menyesuaikan dengan hardware pada komputer tersebut misal memory, ram, processor hard disk, display adapter, WLAN dan lain sebagainya juga kebutuhan pemakaian komputer, apakah untuk game, untuk bekerja dengan Video atau mungkin untuk programming atau bisa juga hanya untuk pekerjaan administrasi kantor saja yang tentu tidak butuh software yang “berat-berat”. Karena hal itulah, opini penulis di atas tidak bisa dijadikan patokan apakah Ubuntu lebih baik dari TriSquel atau malah sebaliknya. Tetapi paling tidak dengan mengetahui perbandingan tersebut anda dapat memilih distro yang cocok untuk kebutuhan anda.

anasmbahdien

Seorang programmer yang menguasai bahasa pemograman Delphi, VB.NET, PHP dan Android. Untuk hasil karya kunjungi mogotekno.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *