4 Software Alternatif Pengganti HeidiSQL di Linux

HeidiSQL memang bisa berjalan di Linux dengan menggunakan Wine, hanya saja karena bukan native OS-nya tampilan software yang dipelopori oleh Ansgar Becker dengan menggunakan bahasa Pascal/Delphi kurang begitu memuaskan.  Bagi anda yang mungkin terkendala di masalah GUI berikut ini beberapa software alternatif yang sama-sama berbasis desktop sebagai pengganti HeidiSQL di Linux:

TOra

Merupakan software desktop yang menggunakan Qt sebagai basis GUI.  TOra support 2 database sekaligus yaitu MySQL dan Postgresql.  Dari sisi client TOra memang kurang begitu memuaskan karena hanya punya fitur SQL editor dan editing tabel secara langsung, tapi software tersebut punya keunggulan dari sisi server karena punya fitur browsing serta query untuk schema database.

DBEaver

Software yang dipelopori Serge Rider dan berbasis Java ini memang luar biasa karena bisa menangani berbagai macam database di antaranya  MySQL, Oracle, DB2, SQL Server, PostgreSQL, Vertica, Informix, MongoDB, Cassandra, Firebird, MariaDB dan lain sebagainya.  Di samping mendukung berbagai macam database, DBEaver mempunyai fitur yang cukup menjanjikan antara lain database compare, database migration, SQL editor, edit data langsung, dump dan restore database.

Meski punya banyak fitur, tapi jika dibandingkan dengan HeidiSQL ada sedikit kelemahan dari DBEaver yaitu fitur export/dump database.  DBEaver untuk fitur tersebut hanya obyek tabel saja yang bisa dieksport sedangkan HeidiSQL mendukung eksport semua database obyek baik itu tabel, trigger, stored procedure dan event.

Walaupun demikian DBEaver tetap layak dipertimbangkan untuk digunakan karena bisa menutupi kekurangan HeidiSQL yaitu fitur commit transaction di mana HeidiSQL commit dan rollback transactionnya menggunakan cara manual yaitu dengan mengetikkan script seperti berikut:


set autocommit=0;
insert into ...;

tetapi di DBEaver perintah tersebut di tangani secara mudah dengan cukup menonaktifkan fitur autocommit.

MySQL WorkBench

Software keluaran resmi Mysql ini memang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.  Fitur yang ada di MySQL Workbench memang terbilang komplet mulai database design, sql development, database administration hingga fitur versi terakhir(6.3) support database migration.  Selain itu ada satu kelebihan lain di Mysql Workbench dibanding HeidiSQL yaitu fitur non autocommit transaction. Bagi seorang developer fitur tersebut sangat berguna terutama saat ada perubahan di database.

Emma

Dibandingkan dengan MySQL WorkBench atau DBEaver dari segi fitur memang kalah jauh.  Hanya ada satu kelebihan Emma yaitu paling ringan karena hanya punya fitur export ke CSV dan SQL Editor saja, di mana di SQL editor tersebut sudah tersedia fitur autocompletion, syntax highlighting serta SQL statement Formatting.

Dibanding dengan Windows, software database management berbasis desktop di Linux memang tidak begitu banyak.   Hal itu mungkin menyangkut persepsi umum di mana Linux hanya sebagai server saja sehingga pihak developer lebih fokus ke Windows karena dari segi bisnis mungkin lebih menguntungkan.

anasmbahdien

Seorang programmer yang menguasai bahasa pemograman Delphi, VB.NET, PHP dan Android. Untuk hasil karya kunjungi mogotekno.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *